Tanda-Tanda Menjelang Ajal Tiba

Tanda Tanda Menjelang Ajal Tiba

Kematian adalah termasuk didalam perkara-perkara yang dirahasiakan Alloh Ta'ala, namun bukan hal yang mustahil tanda-tanda kematian itu dapat dirasakan setiap hamba sebelum ajalnya tiba. Dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Ibnu Umar ra, dari Nabi SAW, Beliau bersabda: Maksud Hadist: ”Lima kunci perkara ghaib, tidak mengetahuinya melainkan Alloh Ta’ala”.


1-Tiada yang mengetahui (kepastian mutlak) apa yang tersimpan di dalam rahim (kandungan perempuan) melainkan Alloh Ta’ala.


2-Tiada yang mengetahui apa yang akan terjadi esok hari melainkan Alloh Ta’ala.


3-Tiada seorangpun yang mengetahui bila waktunya hujan akan turun melainkan Alloh Ta’ala.


4-Tiada seorangpun yang mengetahui di bumi mana dia akan mati melainkan Alloh Ta’ala.


5-Tiada yang mengetahui bila Qiamat akan terjadi melainkan Alloh Ta’ala. (Bukhory).


Hadist tersebut menjelaskan, bahwa tiada seorangpun yang mengetahui hal-hal yang ghaib kecuali Alloh Ta’ala. Adapun tanda-tanda sesuatu yang ghaib itu terkadang dapat kita rasakan wujudnya dari perkiraan dan kajian para ilmuan.. misal:

-Kita dapat mengetahui janin berkelamin laki atau perempuan dalam kandungan via USG.

-Kita dapat mengetahui perkiraan cuaca akan turunnya hujan maupun cuaca cerah beberapa hari sebelumnya, dll.


Padahal sesuai hadist tersebut, semua itu adalah hal-hal yang ghaib, tapi mengapa manusia dapat mengetahuinya ? nah disini kita rasanya perlu mengkaji secara cermat dan membedakan mana hal yang ghaib mutlaq dan mana hal ghaib yang dapat kita ketahui tanda-tanda terjadinya perkara ghaib. Saya sangat tertarik untuk mengkaji lebih dalam lagi dalam membahas permasalahan ini. Dan hal ini tidak perlu kita perdebatkan, tapi kita ambil dari segi positif dan manfa’atnya saja, kita hormati pendapat & pengalaman dari para ulama terdahulu yang mengupas masalah kematian. Dan dengan memahami hal tersebut membuat manusia semakin hati-hati dan selalu ingat akan kematian yang pasti datang.


Riwayat –riwayat hadist diatas mengingatkan kepada kita, sesungguhnya Alloh Ta’ala tidak pernah berlaku dholim kepada hambanya. Tanda-tanda yang diberikan adalah untuk menjadikan manusia agar mendapat kesempatan bertobat dan bersedia memahami perjalanan menuju alam baka.


Banyak hal-hal ghaib yang kita sama sekali tidak mengetahui kecuali Alloh Ta’ala yang maha tahu, contoh yang paling gampang: hari Qiamat itu pasti terjadi, kapan hari terjadinya? Tidak ada satu manusiapun yang dapat memastikan-nya, namun Alloh ta’ala memberikan tanda-tanda Qiamat kepada manusia. Begitu juga kematian seseorang tidak ada satupun yang akan mengetahui kapan taqdir/ detik-detik ajal tiba, namun Alloh Ta’ala memberikan tanda-tanda seorang yang akan mati. Hanya saja ada orang yang merasakan tanda-tanda menjelang kematian dan ada pula yang acuh akan hal itu.


Tanda 100 hari sebelum ajal tiba.

Ini adalah tanda pertama dari Alloh Ta’ala kepada hambanya dan hanya akan disadari oleh mereka-mereka yang dikehendakinya. Walaubagaimana semua orang Islam akan mendapat tanda ini, hanya saja mereka sadar atau tidak.


Tanda ini akan berlaku kepastian-nya selepas waktu Asar, yaitu :

-Seluruh tubuh dari ujung rambut hingga ke ujung kaki akan mengalami getaran atau seakan-akan mengigil. Misal, seperti daging sapi yang baru disembelih dimana jika diperhatikan dengan cermat kita akan mendapati daging tersebut seakan-akan bergetar. Tanda ini rasanya lezat dan bagi mereka yang sadar tersirat di hatinya bahwa mungkin ini adalah tanda kematian, maka getaran ini akan berhenti dan hilang setelah kita sadar akan kehadiran tanda ini. Bagi mereka yang tidak diberi kesadaran atau mereka yang hanyut dengan kenikmatan tanpa memikirkan soal kematian, tanda ini akan lenyap sia-sia begitu saja. Bagi yang sadar dengan kehadiran tanda ini maka ini adalah peluang terbaik untuk memanafa’atkan sisa umur yang ada untuk mempersiapkan diri dengan amalan dan urusan yang akan dibawa atau ditinggalkan sesudah mati.


Tanda 40 hari sebelum ajal tiba.

Tanda ini juga akan berlaku sesudah waktu Asar. Bagian pusar kita akan berdenyut-denyut. Pada saat itu daun yang tertulis nama kita akan gugur dari pokok yang letaknya di atas Arasy Alloh Ta’ala. Maka malaikat Izroil pun akan mengambil daun tersebut dan mula membuat persediaan-nya ke atas kita diantaranya, Malaikat Maut/ Izroil akan mulai selalu mengikuti/ mengintai kita sepanjang sisa umur kita. dan Akan terjadi Malaikat maut ini akan memperlihatkan wajahnya sekilas lalu tak nampak lagi dan bila ini terjadi, mereka yang terpilih ini akan merasakan seakan-akan bingung seketika. Adapun Malaikat maut ini wujudnya cuma seorang tetapi berkuasa untuk mencabut nyawa bersamaan dengan jumlah nyawa yang akan dicabutnya seijin Alloh Ta’ala.


Tanda 7 hari sebelum ajal tiba.

Adapun tanda ini akan diberikan hanya kepada mereka yang diuji dengan musibah kesakitan di mana orang sakit yang tidak makan secara tiba-tiba dia (yang sakit) berselera untuk makan.


Tanda 3 hari sebelum ajal tiba.

Pada saat itu mereka akan terasa denyutan di bagian tengah dahi kita yaitu, diantara dahi kanan dan kiri. Jika tanda ini kita rasakan, maka berpuasalah kita setelah itu. supaya perut kita tidak mengandung banyak najis dan ini akan memudahkan urusan orang yang akan memandikan kita nanti. saat juga mata hitam kita tidak akan bersinar lagi dan bagi orang yang sakit hidungnya akan perlahan-lahan jatuh ke depan (berubah menjadi agak sedikit mancung dan mengkerut.. Telingan-nya akan layu dimana bagian ujungnya akan beransur-ansur masuk ke dalam. telapak kakinya yang terlunjur akan lemas dan perlahan-lahan jatuh ke depan dan sukar ditegakkan.


Tanda 1 hari sebelum ajal tiba.

Akan berlaku sesudah waktu Asar di mana kita akan merasakan satu denyutan di sebelah belakang, yaitu di kawasan ubun-ubun di mana ini menandakan kita tidak akan sempat untuk menemui waktu Asar keesokan harinya.


Tanda Akhir !!!

Akan berlaku keadaan di mana kita akan merasakan satu keadaan sejuk di bagian pusar hingga ke tulang sulbi dan rasa itu akan turun ke pinggang dan seterusnya akan naik ke bagian hulkum (tenggorokan). Detik-detik itu hendaklah kita terus mengucap kalimat syahadah dan berdiam diri dan menantikan kedatangan Izroil/ malaikat maut untuk menjemput kita kembali kepada Alloh Ta’ala yang telah menghidupkan kita dan sekarang akan mematikan pula.


Catatan: bahwa keterangan diatas adalah tanda-tanda kematian saja, bukan kepastian, adapun ajal, hanya Alloh Ta’la yang maha tau. itupun tidak semua manusia sadar dengan tanda-tanda kematian tersebut.


Riwayat dari Abu Bakar ra, tentang roh.

Abu Bakar ra, telah ditanya tentang kemana roh pergi setelah ia keluar dari jasad. Maka berkata Abu Bakar ra: ”Roh itu menuju ketujuh tempat :


1.Roh para Nabi dan utusan menuju ke Surga Adnin.

2.Roh para ulama menuju ke Surga Firdaus.

3.Roh mereka yang berbahagia menuju ke Surga illiyyin.

4.Roh para syuhada’ berterbangan seperti burung di surga mengikut kehendak mereka.

5.Roh para mu’min yang berdosa akan terkantung katung di udara tidak di bumi dan tidak di langit sampai hari Qiamat.

6.Roh anak-anak orang yang beriman akan berada di gunung dari minyak misik.

7.Roh orang-orang kafir akan berada dalam Neraka Sijjin, mereka kelak disiksa berserta jasad barunya hingga sampai hari Qiamat.”

Telah bersabda Rosululloh SAW:

Tiga kelompok manusia yang akan disalami tangannya oleh para malaikat pada hari mereka keluar dari kuburnya:


1.Orang-orang yang mati syahid.

2.Orang-orang yang mengerjakan solat malam bulan ramadhon.

3.Orang berpuasa di hari Arafah.


Kita tidak akan dapat lolos dari ajal, Malaikat Izroil yang mempunyai tugas mencabut nyawa manusia yang selalu menghadang kita. Apa bekal kita untuk dibawa mati...? tentunya Iman dan amal-amal baik yang akan menyelamatkan kita dari kobaran api Neraka.


Sang pencabut nyawa (Izroil) akan mendatangi setiap orang guna melaksanakan tugasnya sesuai ketentuan Alloh Ta’ala, siapa saja.. kapan saja.. dimana saja.. pasti ajal akan menjemput kita setelah merasakan dahsatnya Sakaratul Maut. sementara kita semua sedang menunggu kedatangan Malaikat Izroil yang bertugas memisahkan ruh dari jasad manusia. Bagaimanapun juga kita mengharap proses pencabutan nyawa berjalan dengan cepat tanpa penderitaan, namun harapan kita, Insya’Alloh akan terkabul apabila kita termasuk orang-orang yang mendapat rahmat-Nya.


Setelah badan terbujur kaku, Penyesalan tidak akan berarti, apakah mereka akan menjadi orang-orang yang beruntung ataukah menjadi orang-orang yang merugi...? tergantung tingkah laku manusia yang mereka perbuat selama di dunia, tiada yang lain, kecuali Iman dan amal baik yang akan menjadi bekal mati.


Sakaratul Maut adalah detik-detik kematian, beruntunglah bagi hamba-hamba yang taat selama di dunia dan sebaliknya (sakaratul maut) akan menjadi malapetaka besar bagi orang-orang yang belum bertaubat dan berlumuran dosa.


Sekian uraian saya, semoga bermanfa’at bagi kita semua.


Wa Salam.


Salim Syarief MD.

Do'a Penangkal Dan Menghilangkan Sihir

بسم الله الرحمن الرحيم


بسم الله حبس حابس شهاب قابس حجر يابس رددت عين العائن وسحر الساحر و كيد كل كائد عليه و إلى أحب الناس إليه. فارجع البصر هل ترى من فطور. ثم ارجع البصر كرتين ينقلب إليك البصر خاسئا و هو حسير. بسم الله ربى الله حسبى الله توكلت على الله إعتصمت بالله فوضت أمرى إلى الله ماشأ الله لا حو لا و لا قوة إلا بالله..


Do’a/ tulisan di atas Insya’ Allah dapat menangkal dan menghilangkan orang yang terkena sihir dengan menuliskan do’a tersebut dan melipatnya lalu di gantungkan pada dada sebelah kiri dan bila hendak masuk kamar mandi/ WC sebaiknya dilepas.


Disampaing itu, bagi orang yang terkena sihir setiap pagi dan sore hendaknya membaca surat Mu’awidzatain masing-masing 3x dan Al-Ihlas 11x.


Salim Syarief Mauladawilah.

CARA SEHAT PENGOBATAN DENGAN BEKAM

Janganlah Engkau Biarkan darah

Yang Menggumpal

Di Tubuhmu Membunuhmu..!!


Berbekam termasuk pengobatan yang diajarkan Rasulullah SAW, bahkan Beliau pernah melakukan bekam dan memberikan upah kepada tukang bekam.


Rasulallah SAW bersabda, Maksud hadist: “Sesungguhnya sebaik-baik apa yang kalian lakukan untuk mengobati penyakit adalah dengan melakukan bekam”


Rasulallah SAW bersabda, Maksud hadist: “Sebaik-baik pengobatan penyakit adalah dengan melakukan bekam”.


Wasiat Malaikat Untuk Berbekam

Dari Ibnu Abbas ra, bahwasanya Nabi SAW bersabda, Maksud Hadist: “Tidaklah aku melewati seorang Malaikat –ketika di Mi’rajkan ke langit- kecuali mereka mengatakan ‘Wahai Muhammad, lakukanlah olehmu berbekam”


Dari Abdullah bin Mas’ud ra, Rasulullah SAW, menceritakan ketika beliau di Isra’kan, tidaklah beliau melewati sekumpulan Malaikat melainkan mereka meminta kami, “Perintahkanlah ummatmu untuk berbekam”.


Waktu Yang Paling Baik Untuk Berbekam

Diriwayatkan bahwasanya Nabi SAW bersabda, Maksud Hadist: “Barangsiapa yang ingin berbekam, hendaklah ia berbekam pada tanggal 17,19,21 (bulan Hijriyyah), maka akan menyembuhkan setiap penyakit”.


Ibnu Abbas ra berkata: “Sesungguhnya hari yang paling baik bagimu untuk berbekam adalah hari ke 17, hari ke 19, dan hari ke 21 (bulan Hijriyyah)”.


Hari yang paling baik untuk berbekam adalah pada hari Senin, Selasa dan Kamis. Sebaliknya hindari berbekam pada hari Rabu, Jum’at, Sabtu dan Ahad.



By: Salim Syarief MD.

AYAT-AYAT CINTA BANGSA YAHUDI

Talmud merupakan kitab suci kelompok Zionis-Yahudi di seluruh dunia. Seluruh tindak-tanduk Zionis-Israel mengacu pada ayat-ayat Talmudisme. Bahkan Texe Marrs, investigator independen Amerika yang telah menelusuri garis darah Dinasti Bush selama enam tahun, menemukan bukti bahwa keluarga besar Bush, termasuk Presiden AS George Walker Bush, merupakan sebuah keluarga yang sangat rajin mendaras dan mempelajari Talmud.


“Dinasti Bush adalah dinasti Yahudi dan mereka menjadikan Talmud sebagai kitab sucinya. Adalah salah besar menyangka mereka sebagai keluarga Kristiani. Mereka menunggangi kekristenan untuk menipu warga Kristen dunia. Padahal, mereka merupakan keluarga Talmudis yang taat, ” demikian Texe Marrs.


Kita tentu sudah banyak mendengar tentang Talmud. Namun belum banyak yang mengetahui apa saja ayat-ayatnya. Berikut kami tampilkan sejumlah ayat-ayat Talmud yang menjadi dasar segala tindakan kaum Zionis terhadap orang-orang non-Yahudi (Ghoyim atau Gentilles), dan darinya Anda akan bisa “memahami” mengapa kaum Zionis selalu saja mau menang sendiri, selalu mengkhianati perjanjian, dan sebagainya.


Inilah ayat-ayat cinta mereka :

“Hanya orang-orang Yahudi yang manusia, sedangkan orang-orang non Yahudi bukanlah manusia, melainkan binatang.” (Kerithuth 6b hal.78, Jebhammoth 61a)


“Orang-orang non-Yahudi diciptakan sebagai budak untuk melayani orang-orang Yahudi.” (Midrasch Talpioth 225)


“Angka kelahiran orang-orang non-Yahudi harus ditekan sekecil mungkin.” (Zohar II, 4b)


“Orang-orang non-Yahudi harus dijauhi, bahkan lebih daripada babi yang sakit.” (Orach Chaiim 57, 6a)


“Tuhan (Yahweh) tidak pernah marah kepada orang-orang Yahudi, melainkan hanya (marah) kepada orang-orang non-Yahudi.” (Talmud IV/8/4a)


“Di mana saja mereka (orang-orang Yahudi) dating, mereka akan menjadi pangeran raja-raja.” (Sanhedrin 104a)


“Terhadap seorang non Yahudi tidak menjadikan orang Yahudi berzina. Bisa terkena hukuman bagi orang Yahudi hanya bila berzina dengan Yahudi lainnya, yaitu isteri seorang Yahudi. Isteri non-Yahudi tidak termasuk.” (Talmud IV/4/52b)


Non jewish is not human

“Tidak ada isteri bagi non-Yahudi, mereka sesungguhnya bukan isterinya.” (Talmud IV/4/81 dan 82ab) “Orang-orang Yahudi harus selalu berusaha untuk menipudaya orang-orang non-Yahudi.” (Zohar I, 168a)


“Jika dua orang Yahudi menipu orang non-Yahudi, mereka harus membagi keuntungannya.” (Choschen Ham 183, 7)


“Tetaplah terus berjual beli dengan orang-orang non-Yahudi, jika mereka harus membayar uang untuk itu.” (Abhodah Zarah 2a T)


“Tanah orang non-Yahudi, kepunyaan orang Yahudi yang pertama kali menggunakannya.” (Babba Bathra 54b)


“Setiap orang Yahudi boleh menggunakan kebohongan dan sumpah palsu untuk membawa seorang non-Yahudi kepada kejatuhan.” (Babha Kama 113a)


IDF is praying

“Kepemilikan orang non-Yahudi seperti padang pasir yang tidak dimiliki; dan semua orang (setiap Yahudi) yang merampasnya, berarti telah memilikinya.” (Talmud IV/3/54b)


“Orang Yahudi boleh mengeksploitasi kesalahan orang non-Yahudi dan menipunya.” (Talmud IV/1/113b)


“Orang Yahudi boleh mempraktekan riba terhadap orang non-Yahudi.” (Talmud IV/2/70b)


“Ketika Messiah (Raja Yahudi Terakhir atau Ratu Adil) dating, semuanya akan menjadi budak-budak orang-orang Yahudi.” (Erubin 43b)


Ketaatan mutlak kepada para rabbi sebagai pemegang otoritas tafsir Talmud.


“Barangsiapa tidak taat kepada rabbi mereka akan dihukum dengan cara dijerang dalam kotoran manusia yang mendidih di neraka”. Erubin 2b.


Boleh melakukan kejahatan asal tidak dikenali sebagai Yahudi.

“Bilamana seorang Yahudi tergoda untuk melakukan kejahatan (zina[?]), maka hendaklah ia pergi ke suatu kota di mana ia tidak dikenal orang, dan lakukanlah kejahatan itu di sana”. Moed Kattan 17a.


Pray while killing

Menganiaya orang Yahudi dianggap kafir dan pelakunya harus dibunuh, tapi tidak sebaliknya. “Jika seorang kafir menganiaya orang Yahudi, maka dia harus dibunuh”. Sanhedrin 58b.


Orang Non-Yahudi adalah budak pekerja sukarela. “Seorang Yahudi tidak wajib membayar upah kepada orang kafir yang bekerja kepadanya”. Sanhedrin 57a.


Di mata hukum, orang Yahudi memiliki kedudukan lebih tinggi dari pada Non-Yahudi.“Jika lembu seorang yahudi melukai lembu orang Kan’an, tidak perlu ada ganti rugi. Jika lembu orang Kan’an melukai lembu orang Yahudi, maka orang itu wajib membayar ganti rugi sepenuh-penuhnya”. Baba Kamma 37b.


Harta benda milik orang Non-Yahudi adalah hak milik yang halal bagi orang Yahudi. “Tuhan tidak mengampuni orang yahudi yang mengawinkan anak perempuannya kepada orang tua, atau memungut menantu bagi anak laki-lakinya yang masih bayi, atau mengembalikan barang hilang milik orang Cuthea (kafir, bukan Yahudi)”. Sanhedrin 57a.


Mencuri dan membunuh orang Non-Yahudi adalah halal. “Jika seorang Yahudi membunuh seorang Cuthea, tidak ada hukuman mati. Apa yang dicuri oleh seorang Yahudi boleh dimilikinya”. Sanhedrin 57a. “Kaum kafir adalah di luar perlindungan hukum dan Tuhan membukakan uang mereka untuk Bani Israel”. Baba Kamma 37b.


IDF at Wailing Wall

Segala tipu daya untuk kepentingan Yahudi adalah halal. “Orang Yahudi boleh berdusta untuk menipu orang kafir”. Baba Kamma 113a.


Bangsa Non-Yahudi adalah najis dan setara dengan binatang.

“Semua anak keturunan orang kafir (bukan Yahaudi) tergolong sama dengan binatang”. Yabamoth 98a.


“Anak perempuan orang kafir (bukan Yahudi) sama dengan ‘niddah’ (najis) sejak lahir”. Abodah Zarah 36b. “Orang kafir (bukan Yahudi) lebih suka berhubungan seks dengan lembu”. Abodah Zarah 22a-22b.


Bangsa Yahudi adalah manusia pilihan sedang Non Yahudi adalah sampah yang mesti dimusnahkan. “Engkau disebut manusia (Adam), tetapi ‘goyim’ tidak disebut sebagai manusia”. Ezekiel 34:31. “Inilah kata-kata dari Rabbi Simeon ben Yohai, ‘Tob shebe goyim harog’ (Bahkan goyim yang baik sekalipun seluruhnya harus dibunuh)”. Perjanjian Kecil, Soferim 15, Kaedah 10.


Inilah sebagian kecil dari ayat-ayat hitam Talmud. Inilah landasan ideologis kaum Zionis dalam hidupnya. Setiap hari Sabtu yang dianggap suci (Shabbath), mereka mendaras Talmud sepanjang hari dan mengkaji ayat-ayat di atas. Mereka menganggap Yahudi sebagai ras yang satu-satunya berhak disebut manusia. Sedangkan ras di luar Yahudi mereka anggap sebagai binatang, termasuk orang-orang liberalis yang malah melayani kepentingan kaum Zionis.

Sekilas Kisah Wafatnya Sang Nabi Akhir Zaman

Dalam sebuah riwayat, diterangkan bahwa Rosululloh SAW, diutus pada hari Senin dan wafat pada hari Senin (menjelang fajar) dan dimakamkan pada hari rabu pagi waktu dhuha.


Akhir bulan Shofar, Rosululloh SAW, mulai menderita sakit. Beliau SAW, tidak dapat lagi bangun dari tempat tidur. Sakit beliau SAW, agak keras ketika berada di kediaman salah satu istrinya (Maimunah ra).


Atas kesepakatan semua istrinya, Beliau SAW, meminta agar dibawa ke kediaman A’isyah ra. Beberapa hari berikutnya Rosululloh SAW, nampak mulai sehat. Kaum muslimin gembira melihat kondisi Rosululloh SAW, yang mulai membaik. Akan tetapi kesehatan Beliau SAW, yang seperti itu ternyata berubah menjadi gawat kembali. Hari itu adalah hari Kamis, betapa suram hari itu, tutur salah satu kerabat Rosululloh SAW.


Pada hari Senin penyakit Rosululloh SAW, bertambah berat, setelah Bilal ra. menyelesaikan azan subuh, maka Bilal ra. pun pergi ke rumah Rasululloh SAW. Sesampainya Bilal ra. di rumah Rosululloh SAW, maka Bilal ra. pun memberi salam, “Assalaarnualaika ya Rosululloh...” Lalu dijawab oleh Fathimah as, “Rosululloh SAW, masih sibuk dengan urusan beliau...” Setelah Bilal ra. mendengar penjelasan dari Fathimah as. maka Bilal ra. pun kembali ke masjid tanpa memahami kata kata Fathimah as, itu. Saat menjelang waktu subuh Bilal pergi sekali lagi ke rumah Rosululloh SAW, dan memberi salam seperti semula, kali ini salam Bilal ra. telah di dengar oleh Rosululloh SAW, dan baginda berkata, “Masuklah wahai Bilal, sesungguhnya penyakitku ini semakin berat, oleh itu kamu suruhlah Abu Bakar ra, mengimamkan sholat subuh berjemaah dengan mereka yang hadir”. Setelah mendengar kata-kata Rosululloh SAW, maka Bilal ra. pun berjalan menuju ke masjid sambil meletakkan tangan di atas kepala dengan berkata, “Aduh musibah...!”


Setelah Bilal ra. sampai di masjid maka Bilal ra. pun memberitahu Abu Bakar tentang apa yang telah Rosululloh SAW, katakan kepadanya. Abu Bakar ra. tidak dapat menahan dirinya apabila ia melihat mimbar kosong maka dengan suara yang cukup keras Abu Bakar ra. menangis sehingga ia jatuh pingsan. Melihatkan peristiwa ini maka riuh rendah tangisan sahabat dalam masjid, sehingga Rosululloh SAW bertanya kepada Fathimah as, “Wahai Fathimah, apakah yang telah terjadi..?” Maka Fathimah ra. pun berkata : “Kegaduhan kaum muslimin, sebab engkau tidak hadir di Masjid”. Kemudian Rosululloh SAW, memanggil Ali as, dan Fadhl bin Abas ra, lalu Rosululloh SAW, bersandar kepada keduanya dan terus pergi ke masjid. Setelah Rosululloh SAW, sampai di masjid maka Beliau SAW, pun sholat subuh bersama dengan para jama’ah.


Setelah sholat subuh, Rosululloh SAW, pun berkata, “Wahai kaum muslimin, kalian semua senantiasa dalam pertolongan dan pemeliharaan Alloh SWT, oleh karena itu, hendaklah kalian semua bertaqwa kepada Alloh SWT, dan mengerjakan segala perintahnya. Sesungguhnya aku akan meninggalkan dunia ini dan kamu semua, dan hari ini adalah hari pertama aku di akhirat dan hari terakhir aku di dunia”. Setelah berkata demikian maka Rosululloh SAW pun pulang ke rumah beliau SAW.


Kemudian Alloh SWT, memerintahkan kepada malaikat lzro’il, “Wahai lzro’il.. pergilah kamu kepada kekasihku dengan sebaik baik rupa, dan apabila kamu hendak mencabut ruhnya maka hendaklah kamu melakukan dengan cara yang paling lembut sekali. Apabila kamu pergi ke rumahnya maka minta izinlah lerlebih dahulu, kalau ia izinkan kamu masuk, maka masuklah kamu ke rumahnya dan kalau ia tidak mengizinkan kamu masuk maka hendaklah kamu kembali padaku”. Setelah malaikat lzro’il mendapat perintah dari Alloh SWT, maka malaikat lzro’il pun turun dengan menyerupai orang Arab Baduwi.


Setelah malaikat lzro’il sampai di depan rumah Rosululloh SAW, maka ia pun memberi salam, “Assalaamu alaikum yaa Ahla Baitin Nubuwwa.....” (Mudah-mudahan keselamatan tetap untuk kalian semua, wahai penghuni rumah Nabi......) ketika Fathimah as, mendengar orang memberi salam maka ia-pun berkata, “Wahai hamba Alloh, Rosululloh SAW, sedang sibuk sebab sakitnya yang semakin berat” Kemudian malaikat lzro’il berkata lagi seperti dipermulaan-nya, dan kali ini seruan malaikat itu telah didengar oleh Rosululloh SAW, dan Rosululloh SAW, bertanya kepada Fathimah as, “Wahai Fathimah, siapakah di depan pintu itu” Maka Fathimah as, pun berkata, “Ya Rosululloh.. ada seorang Arab baduwi memanggil mu, dan aku telah katakan kepadanya bahwa anda sedang sibuk sebab sakit, begitu juga dia memandang saya dengan pandangan yang tajam sehingga terasa menggigil badan saya” Kemudian Rosululloh SAW, berkata, “Wahai Fathimah.. tahukah kamu siapakah orang itu..?” Jawab Fathimah, ”Tidak ayah” “Dia adalah malaikat lzro’il, malaikat yang akan memutuskan segala macam nafsu syahwat yang memisahkan perkumpulan-perkumpulan dan yang memusnahkan semua rumah serta meramaikan kubur” Fathimah as, tidak dapat menahan air matanya lagi setelah mengetahui bahwa saat perpisahan dengan ayahandanya akan berakhir, dia menangis sepuas-puasnya. ketika Rosululloh SAW, mendengar tangisan Falimah as. maka Beliau SAW, pun berkata : “Janganlah kamu menangis wahai Fathimah, engkaulah orang yang pertama dalam keluargaku akan bertemu dengan aku”.


Kemudian Rosululloh SAW, pun mengizinkan malaikat lzro’il masuk, Maka malaikat lzro’il pun masuk dengan mengucap, “Assalamuaalaikum ya Rosululloh SAW...” Lalu Rosululloh SAW, menjawab : “Wa alaikassaalamu, wahai lzro’il engkau datang menziarahi aku atau untuk mencabut ruhku...?” Maka berkata malaikat lzro’il : “Kedatangan saya adalah untuk menziarahimu dan untuk mencabut ruhmu, itupun kalau engkau izinkan, kalau engkau tidak izinkan maka aku akan kembali”. Berkata Rosululloh SAW, “Wahai lzro’il, di manakah kamu tinggalkan Jibril..?” Berkata lzro’il: “Saya tinggalkan Jibril di langit dunia, para malaikat sedang memuliakan dia” Tidak beberapa lama kemudian Malaikat Jibril pun turun dan duduk di dekat kepala Rosululloh SAW.


Saat Rosululloh SAW, melihat kedatangan Jibril as, maka Rasululloh SAW, pun berkata : “Wahai Jibril, tahukah kamu bahwa ajalku sudah dekat” Berkata Jibril AS, “Ya aku tahu”. Rosululloh SAW, bertanya lagi, “Wahai Jibril, beritahu kepadaku kemuliaan yang menggembirakan aku disisi Alloh SWT...?” Berkata Jibril as, “Sesungguhnya semua pintu langit telah dibuka, para malaikat tersusun rapi menanti ruhmu dilangit.. seluruh pintu pintu surga telah dibuka, dan semua bidadari sudah berhias menanti kehadiran ruhmu”, Berkata Rosululloh SAW, “Alhamdulillah, sekarang kamu katakan pula tentang umatku di hari kiamat nanti” Berkata Jibril AS, “Alloh SWT telah berfirman: “Sesungguhnya aku telah melarang semua para Nabi masuk ke dalam surga sebelum engkau masuk terlebih dulu, dan aku juga melarang semua umat memasuki surga sebelum umatmu memasuki surga”. Berkata Rosululloh SAW, “Sekarang aku telah puas hati dan telah hilang rasa susahku” Kemudian Rosululloh SAW, berkata : “Wahai lzro’il, mendekatlah engkau kepadaku” Selelah itu Malaikat lzro’il pun memulai tugasnya, saat ruh Beliau SAW, sampai pada pusar, maka Rosululloh SAW, pun berkata, “Wahai Jibril, alangkah dahsyatnya rasa mati” Malaikat Jibril mengalihkan pandangan dari Rosululloh SAW, ketika mendengar kata kata Beliau SAW, itu. Melihatkan reaksi Malaikat Jibril itu, lalu Rosululloh SAW, pun berkata, “Wahai Jibril, apakah kamu tidak suka melihat wajahku..?” Jibril berkata, “Wahai kekasih Alloh, siapakah orang yang sanggup melihat wajahmu dikala engkau dalam sakaratul maut..?”


Dari Anas bin Malik ra. Berkata, “Ketika ruh Rosululloh SAW, telah sampai di dada (dalam keadaan sakaratul maut) Beliau SAW, telah bersabda, “Aku wasiatkan kepada kalian agar kamu semua menjaga sholat dan apa-apa yang telah diperintahkan ke pada kalian..”


Imam Ali as, berkata, “Sesungguhnya Rosululloh SAW, ketika menjelang saat saat terakhir, telah menggerak-kan kedua bibir beliau sebanyak dua kali, dan saya mendengar Rosululloh SAW, berkata, “Umatku.. umatku...”


Pada hari Senin (menjelang fajar) di bulan Rabi’ul Awwal, Rosululloh SAW, menghembuskan nafas yang terakhir menghadap Yang Maha Kuasa.


Para shohabat Rosululloh SAW, berkumpul disekitar Jenazah Beliau SAW. Mereka menangis dirundung duka. Tidak ada musibah yang lebih besar dari pada wafatnya Rosululloh SAW. Umar bin Khattab ra, seakan-akan tidak menerima dengan adanya berita tentang wafatnya Rasululloh SAW. Ia mengancam kepada siapa saja yang mengatakan Rosululloh wafat akan memotong tangan dan kakinya. Ancaman Umar ra, ini membuat kaum muslimin yang sedang berduka bertambah bingung. Beberapa shohabat besar mendekati Umar untuk mengingatkannya, namun tidak digubris.


Abu Bakar ra, segera bangun mengutarakan sebuah peringatan kepada umum, “Amma Ba’du, barang siapa yang menyembah Muhammad, sesungguhnya Muhammad telah wafat, dan barang siapa menyembah Alloh, sesungguhnya Alloh hidup tidak akan pernah mati”. Kemudian menyebutkan ayat, maksud Firman Alloh: “Muhammad itu tidak lain hanya seorang Rasul, sungguh telah berlalu sebelumnya beberapa orang Rasul, apakah jika dia wafat atau dibunuh, kamu berbalik ke belakang (murtad), barang siapa yang berbalik ke belakang maka dia tidak dapat mendatangkan mudharat kepada Allah sedikitpun,dan Allah akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur” (Ali Imran : 144).


Musibah wafatnya Rosululloh SAW, benar-benar memilukan hati kaum muslimin. Betapa tidak, para sahabat berjuang, berkumpul, senang maupun susah bersama Rosululloh. Kemudian mereka harus berpisah dengan kekasihnya, Rosululloh SAW.


Adapun Bilal ra, sebagai Mu’adzin Beliau, tetap menjalankan tugasnya disaat kaum muslimin berduka atas wafatnya Rosululloh SAW. Bilal mengumandangkan Adzan saat Sholat subuh ketika sampai pada kalimat “Asyhadu Anna Muhammadarrosululloh......” Bilal menangis. Kaum muslimin yang berada dalam masjid ikut menangis, suasana menjadi bertambah sedih, hampir saja Bilal tidak dapat melanjutkan Adzan-nya.


Imam Ali bin Abi Tholib as, seorang yang paling sibuk dalam mengurusi Jenazah Rosululloh SAW, dari mulai memandikan sampai pemakaman beliau. Ali bin Abi Tholib dibantu oleh Abbas (paman Rosululloh SAW) dan kedua putranya yang bernama Qustam dan Fadhl.


Nabi Muhammad SAW, dikaruniai 6 anak, 2 putra dan 4 putri. Mereka adalah “Qosim” meninggal ketika berumur 2 tahun sebelum kenabian, kemudian “Abdulloh” mendapat julukan, Thoyib dan Thohir dilahirkan setelah kenabian dan wafat di makkah. selanjutnya adalah “Ibrohim” dilahirkan di Madinah Al-Munawarah pada tahun ke-8 H, dari Ibu Mariya Al-Qibtiyah dan wafat semasa kecil, dikuburkan di pemakaman Baqi’ Al-Ghorqod. sedangkan keempat putrinya adalah “Zainab” (anak sulung), diriwayatkan, kelahiran-nya ketika Nabi SAW, berumur 30 tahun, nama suaminya adalah, Ash bin Robii’ (keponakan Sayyidah Khodijah binti khuwailid) di tahun ke-8 H, Zainab wafat. “Ruqoyyah” dinikah oleh Ustman bin Affan ra, setelah dipisahkan dari suaminya yang pertama yaitu, Utbah bin Abi Lahab akibat turun-nya surat Tabbat, di tahun ke-2 H, beliau wafat. “Ummu Kultsum” di nikah oleh Usman bin Affan ra, setelah dipisahkan dari suaminya yang pertama yaitu, Utaibah bin Abi Lahab akibat turun-nya surat Tabbat, di tahun 9 H, beliau wafat. “Fathimah” Azzahro’, dilahirkan setelah kenabian, sebelum genap usianya 15 tahun, beliau dinikahkan dengan Ali Bin Abi Tholib as, beliau wafat 6 bulan (ada riwayat, 75 hari) setelah Nabi Muhammad SAW, wafat. Putra-putri Nabi SAW, semuanya meninggal ketika beliau SAW, masih hidup, kecuali Fathimah Azzahro’ meninggal setelah Nabi SAW wafat 6 bulan, ada juga pendapat, setelah 75 hari.

Menurut Ibnu Hisam, puta putri Rosululloh SAW, dari Sayyidah Khodijah yang pertama adalah, Qsim, Abdulloh, Ruqoyyah, Zainab, Ummu Kalstum, dan Fathimah Azzahro’, semua dilahirkan di Makkah, dan yang paling akhir adalah Ibrohim.


By: Salim Syarief MD.