MUSLIM ABU-ABU MENGUSUNG PARTAI ISLAM

Pada kesempatan ini, saya ingin mengajak semua ummat Islam untuk mefokuskan pemikirannya dan mengkaji kembali tentang nasib ummat islam di Indonesia yang telah kehilangan hak mayoritas akibat Ummat Islam yang apatis dan sembrono dalam memilih pemimpin/ Presiden, sehingga Ummat islam sekian lama bahkan puluhan tahun menjadi Obyek para aktor politik kotor dengan menjadikan Ummat Islam sebagai kendaraan untuk kepetingan PARPOL tertentu yang hasilnya tidak lain hanya kebohongan dan pembodohan terhadap rakyat khususnya Ummat islam.


Mari kita sejenak merenung kembali, mengapa Ummat Islam di Indonesia selalu dipimpin manusia yang fasiq...? Apakah Ummat Islam selalu salah memilih pemimpin akibat kecerobohannya..? Apakah para Ulama’ sudah terbelenggu dengan urusan duniawi yang berakibat tumpulnya kekuatan Islam..? Mengapa Presiden kita dengan arogan mempertahankan suatu Isme (Ahmadiyah) yang sudah sekian lama menggerogoti Aqidah Ummat Islam..? mengapa Presiden kita sudah tidak lagi menghormati Ulama’, Kiyai apalagi Ummat Islam..? Jawabanya ada pada diri kita sendiri.


Mari kita simak maksud Firman Alloh Ta’ala: "Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu jadikan bapak-bapak dan saudara-saudaramu itu pemimpin-pemimpinmu, jika mereka lebih mengutamakan kekafiran dari pada keimanan, dan barangsiapa di antara kamu yang menjadikan mereka pemimpin-pemimpinmu, maka mereka itulah orang-orang yang zalim" (Attaubah : 29)


Politisi Muslim perlu bersikap tegas dalam hal-hal yang berhubungan dengan aqidah Islam. Bukan hanya tegas dalam masalah korupsi dan penyelewengan kekuasaan, tetapi juga tegas dalam menyikapi ide-ide sekularisme, liberalisme, pluralisme agama, dan berbagai ide yang meruntuhkan dan menyerang sendi-sendi aqidah Islam. Adalah aneh jika sejumlah politisi Muslim aktif menyebarkan ide politisi busuk untuk koruptor, tetapi tidak kritis terhadap politisi yang menyebarkan ide-ide yang meruntuhkan aqidah Islamiyah.


Cukup sudah kita berkali kali terperosok jatuh ke dalam lubang kehinaan, mari kita bersama sadar dan berhati hati dalam memilih sosok pemimpin, atau kita semua mendapat dosa dan murka Alloh Ta’ala. Bukankah Muslim itu harus pintar, cerdas, tangkas dan bijak dalam segala hal. Apalagi Muslim yang terlibat dalam lingkaran politik praktis/ anggota DPR, hendaknya benar-benar menjadi jembatan penyampaian aspirasi rakyat khususnya Ummat Islam yang memiliki hak mayoritas.


“Barang siapa tidak peduli terhadap urusan Ummat Islam, maka tidak termasuk golongan mereka (Ummat Islam)”. (Alhadist)


Yang lebih menyedihkan lagi, anggota DPR yang diusung dari Partai yang berlandaskan Syari’at Islam, 85% sama sekali tidak pernah menyuarakan kepentingan Ummat Islam. Misal, menyinggung semaraknya perjudian, tayangan-tayangan TV swasta yang merusak mental putra bangsa atau mendorong pemerintah untuk segera menerbitkan KEPPRES pembubaran Ahmadiyah yang sudah jelas-jelas telah menodai dan mengacak-acak Aqidah Ummat Islam.


Partai Islam yang semacam ini, benar-benar telah durhaka kepada Alloh Ta’ala, mendustakan Agama Islam dan sekaligus menghianati Ummat Islam..! betapa tidak, mereka mengusung Partainya dengan menggunakan kendaraan Syari’at Islam, setelah menjadi anggota DPR dari fraksi masing-masing partai tersebut, lupa daratan lalu menyimpan Syari’at kedalam kolong aula DPR. Inikah bentuk penipuan partai Islam terhadap Ummat Islam..? sungguh sangat besar dosa mereka yang telah mempermainkan dan menjual belikan Syari’at Islam demi sedikit harta duniawi yang tidak berarti. Mending partai sosialis yang tidak pakai embel-embel Syari’at Islam ketimbang menjadikan Syari’at sebagai topeng untuk memuaskan ambisinya.


“Diantara tanda2 Qiamat, Akan datang suatu Fitnah bak gumpalan malam, pagi hari seorang dalam keadaan ber-Iman, sore harinya sudah menjadi Kafir, sore hari dalam keadaan ber-Iman, pagi harinya sudah menjadi Kafir, mereka menjual/ menukar Agamanya dengan sebagian harta duniawi/ uang yang sedikit” (Al-Hadist).


Orang-orang munafiq dalam sepak terjang mereka baik dengan jabatannya, apakah itu di DPR/MPR atau di pemerintahan sama sekali tidak memperjuangkan agama Alloh Ta’ala malah langsung atau tidak langsung mereka memusuhi Islam dalam bermacam macam kebijakan yang mereka ambil. Yang jelas orang-orang munafik itu kalau ngomong berbohong/ dusta, dan jika berjanji mereka ingkar janji dan jika dikasih amanat, mereka khianat atau mengkhianati yang memilihnya, artinya kejujuran tidak ada pada mereka, singkat kata lebih banyak menipunya.


"Tanda-tanda orang munafik itu ada tiga yaitu jika ngomong / berbicara bohong, jika berjanji ingkar janji dan apabila diberi amanat mereka khianat" (Bukhari-Muslim).


Terkadang dalam benak pikiran saya terlintas, seakan akan kriteria hadist tersebut dikhususkan kepada para wakil rakyat dan pemimpin kita, seperti yang kita saksikan dan terbukti mereka kebanyakan tidak memperjuangkan aspirasi rakyat, yang ada hanya membodohi dan mengabaikan kepentingan Ummat.


Oleh karena itu, berdasarkan hukum Syar’i, HARAM...! hukumnya Ummat Islam memilih pemimpin yang Munafiq/ Fasiq apalagi Presiden yang menolak Syari’at Islam, termasuk yang tidak mendukung pembubaran Ahmadiyah. Bila kandidat presiden dan wakilnya tidak jelas kualitas keislamannya/ abu-abu, maka memilih GOLPUT itu pilihan terbaik. Apabila ada kekhawatiran suara Ummat Islam akan disalahgunakan oleh golongan tertentu, sebaiknya GOLPUT dari Ummat Islam dikordinir dan menjadikan mereka sebagai kelompok oposisi Ummat Islam.


Dalam sistem pemilu yang ada sekarang, manusia disibukkan dengan gonjang ganjing partai. Hampir semua media cetak atau media elektronik, sibuk membicarakan permasalahan ini, mulai dari jual-beli suara, perdagangan partai, iklan-iklan kepartaian, dan segala macam berita-berita politik yang berkaitan dengannya. Para politikus itu sama sekali tidak menganggap adanya perkara haram atau dusta. Semuanya berbicara dengan gaya bahasa diplomasi. Ini merupakan penyia-nyiaan waktu dan menyibukkan kaum Muslimin hingga Ummat Islam menelantarkan kewajiban Ibadah Sholat dll demi mencapai ambisi syaithoniyah-nya.

Alim Ulama’ dan Umaro’ bertanggung jawab dihadapan Alloh Ta’ala atas segala urusan Ummat Islam yang sedang di-Acak-Acak Aqidahnya. Katakan Benar jika itu benar..! Katakan Salah jika itu salah..! Berbuatlah untuk mendapat ridho’ Alloh.. Berbuatlah untuk bekal Akhiratmu.. Utamakan kepentingan Agama Alloh dari pada urusan Duniamu.

Secara peribadi, saya sama sekali tidak percaya kepada partai-partai Islam abu-abu maupun partai-partai yang telah mengumbar janji, toh hasilnya nihil . Betapa tidak, selama sepuluh tahun reformasi, ternyata rakyat khususnya Ummat Islam telah menjadi korban otak pedagang parpol kotor. Apakah rakyat ini harus bertahan bersabar dengan selalu menyerahkan pipi yang kanan untuk ditampar lalu kita serahkan pula pipi yang kiri agar ditampar pula..? dan begitu seterusnya.

Dengan fenomena yang seperti ini maka sudah bisa dipastikan orang yang mengikuti kebanyakan manusia mesti akan tersesat. Dalam sistem pemilu, calon sangat terbuka untuk siapapun dengan agama apapun. Ummat Islam sebagai penyumbang suara terbesar harus waspada dengan kondisi terbuka semacam ini, dimana akan muncul di sana seorang Komunis, Nasrani, Marxis, Sosialis, ataupun aliran-aliran kebathinan. Ummat Islam harus menyadari, hal ini adalah perpanjangan tangan-tangan Barat yang mempengaruhi manusia dan mendidik kader-kadernya untuk diletakkan di berbagai macam partai dalam upaya mengantisipasi pemerintah dan pimpinan “hijau”. Untuk itu berhati-hatilah dalam memilih calon pemimpin kita kelak, atau kita Ummat Islam menjadi orang yang berdosa pada Alloh Ta’ala.

Maksud Firman Alloh Ta’ala: “Jika engkau mengikuti kebanyakan manusia di muka bumi niscaya mereka akan menyesatkan kamu dari jalan Alloh. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan belaka dan mereka tidak lain hanyalah berdusta (terhadap Allah).” (Al An’am : 116).

Lebih jelasnya, kondisi semacam ini akibat kaum Muslim sudah banyak yang terjangkit virus kemunafikan, yang masih dikendalikan oleh hawa nafsu dan terbelenggu dalam urusan duniawi, yang mereka ingat hanya kehidupan tapi mereka lupa bahwa kematian selalu menjemput kita, cepat atau lambat.

Maksud Firman Alloh Ta’ala: "Sesungguhnya orang-orang munafik itu (ditempatkan) pada tingkatan yang paling bawah dari neraka. Dan kamu sekali-kali tidak akan mendapat seorang penolongpun bagi mereka." (Annisa :145).


Bahkan Alloh Ta’ala dengan tegas menambahkan salah satu tandanya orang munafik seperti maksud firmanNya dalam ayat: "Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Alloh, dan Alloh akan membalas tipuan mereka. Dan apabila mereka berdiri untuk sholat mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya’ di hadapan manusia. Dan tidaklah mereka menyebut Alloh kecuali sedikit sekali." (Annisa’ : 142).


Pemilu ditegakkan dengan prinsip untung-untungan (spekulasi) dari yang memilih dan yang dipilih. Apakah mereka memiliki jaminan akan berhasil? Tentu tidak. Kalaulah mereka tidak memiliki jaminan keberhasilan, mengapa mereka berani melanggar batas-batas Alloh Ta’ala? Ini berarti meninggalkan perkara yang pasti benarnya untuk sesuatu yang masih berupa kemungkinan, rekaan, prasangka, dan dugaan yang tidak pasti.

Termasuk kerusakan pemilu adalah munculnya musuh-musuh Islam yang membuat partai-partai Islam sebagai jembatan untuk mewujudkan kehendak mereka. Dengan kata lain, mereka menipu kaum Muslimin untuk mendapatkan suara bagi mereka. Paling sedikitnya mereka (musuh-musuh Islam) telah berhasil membuat sebagian kaum Muslimin yakin bahwa demokrasi liberal adalah satu-satunya cara memakmurkan bangsa.

Pemilu seringkali ditegakkan dengan dukungan materi dari luar negeri, dari negara-negara Barat, Yahudi, dan Nasrani. Ini menunjukkan atas perkara penting yaitu bahwa pemilu adalah untuk kepentingan mereka. Kalau bukan untuk kepentingan mereka niscaya mereka tidak akan mengeluarkan hartanya untuk mendukung pemilu. Alloh Ta’ala berfirman, maksud ayat:

“Sesungguhnya orang-orang kafir mengeluarkan harta-harta mereka untuk menghalangi dari jalan Alloh. Maka mereka menginfakkanya dan kemudian menjadi penyesalan atas mereka.” (Al Anfal : 36).

Dengan demikian berarti kita kaum Muslimin dalam pemilu ini sedang berjalan di atas rencana mereka tanpa kita sadari. Maksud firman Alloh Ta’ala:

“Mereka bersumpah terhadap kalian agar kalian ridho’/ rela kepada mereka. Namun kalaupun kalian ridho’/ rela kepada mereka maka sesungguhnya Alloh tidak ridho’/ rela kepada kaum yang fasiq.” (At Taubah : 96).

Sudah jelas kiranya, bahwa Pemilu ditegakkan di atas kepalsuan, kedustaan, dan penipuan yang mana seluruhnya diharamkan. Semua ini adalah sebuah realita yang ada, kita semua menjadi saksi hidup terhadap apa-apa yang terjadi saat ini, di dunia maupun akhirat.

Apa-apa yang telah saya tulis semua ini, tidak ada maksud menggembosi PEMILU, mendiskreditkan golongan manapun atau tujuan-tujuan tertentu, namun saya hanya ingin memberikan penjelasan kepada khalayak ramai khususnya Ummat Islam, hendaknya jangan semberono memilih seorang pemimpin yang tidak jelas indetitas keislamanya atau kita semua (Ummat islam) akan menjadi manusia yang tersesat dan berdosa. Wa salam.

Salim Syarief MD.

Haram Memilih Presiden Yang Tidak Bertaqwa


Fatwa MUI : GOLPUT WAJIB ! GOLPUT HARAM !

Majelis Ulama Indonesia (MUI) pada tanggal 29 Muharram 1430 H / 26 Januari 2009 M melalui Ijtima Ulama Komisi Fatwa MUI Se-Indonesia III di Padangpanjang - Sumatera Barat, telah mengeluarkan Fatwa tentang GOLPUT.

Kontan saja Fatwa MUI tersebut telah mengundang PRO - KONTRA. Tidak sedikit pihak yang mencaci maki MUI, bahkan ada yang menuntut MUI dibubarkan. Terjadinya debat sengit tentang Fatwa MUI tersebut bermula dari pemberitaan berbagai media yang menginformasikan secara singkat bahwa MUI memfatwakan GOLPUT HARAM. Padahal Fatwa MUI dimaksud tidak sesederhana itu.

Dalam Keputusan Komisi Fatwa MUI tentang Masail Asasiyah Wathaniyah (Masalah Strategis Kebangsaan) di butir ke-4 dinyatakan bahwa : MEMILIH PEMIMPIN YANG BERIMAN DAN BERTAQWA, JUJUR (SIDDIQ), TERPERCAYA (AMANAH), AKTIF DAN ASPIRATIF (TABLIGH), MEMPUNYAI KEMAMPUAN (FATHONAH), DAN MEMPERJUANGKAN KEPENTINGAN UMAT ISLAM, HUKUMNYA ADALAH WAJIB.

Selanjutnya, dalam butir ke-5 disebutkan bahwa : MEMILIH PEMIMPIN YANG TIDAK MEMENUHI SYARAT-SYARAT SEBAGAIMANA DISEBUTKAN DALAM BUTIR 4 (EMPAT) ATAU TIDAK MEMILIH SAMA SEKALI PADAHAL ADA CALON YANG MEMENUHI SYARAT, HUKUMNYA ADALAH HARAM.

Jika diperhatikan dengan seksama isi kandungan fatwa tersebut ternyata tidak seperti yang diberitakan media. Bahkan dengan jujur harus diakui bahwa fatwa MUI tersebut cerdas dan mendalam, karena disamping berdiri di atas hujjah yang kuat, juga mampu memposisikan diri dengan arif dan bijak, serta selamat dari jebakan politik praktis yang membahayakan.

Uniknya, jika kita ringkaskan kedua butir Fatwa MUI di atas, lalu kita tarik "MAFHUM" nya justru akan menjadi kejutan tersendiri. Perhatikan butir ke-4 sebagaimana tersebut di atas, ringkasannya adalah bahwa : WAJIB MEMILIH PEMIMPIN YANG MEMENUHI SYARAT SYAR'I. Sebaliknya, butir ke-5 ringkasannya adalah bahwa : HARAM MEMILIH PEMIMPIN YANG TIDAK MEMENUHI SYARAT SYAR'I.

Dengan demikian, MAFHUM butir ke-4 adalah HARAM GOLPUT JIKA ADA PILIHAN PEMIMPIN YANG MEMENUHI SYARAT SYAR'I. Sebaliknya, MAFHUM butir ke-5 adalah WAJIB GOLPUT JIKA TIDAK ADA PILIHAN PEMIMPIN YANG MEMENUHI SYARAT SYAR'I.

Disinilah cerdasnya Fatwa MUI tersebut. Fatwa itu tidak menyebut secara eksplisit tentang Haram atau Halalnya GOLPUT. Memang, bagi yang tidak mau sejenak merenung dengan nalar yang sehat dan pemikiran positif, tentu tidak mudah untuk menangkap pesan MAFHUM Fatwa dimaksud sebagaimana diuraikan di atas. Terlebih lagi bagi yang pola pikirnya selalu negatif dan sentimentatif terhadap MUI, maka tidak akan sampai kepada pemahaman yang benar.

Sebagian orang memang sulit memahaminya, apalagi dalam sejumlah dialog yang dipublikasikan, saat seorang Tokoh MUI didesak dengan pertanyaan : "Jika tidak ada pilihan yang memenuhi syarat, apa kita boleh GOLPUT ?" Dengan tangkas Sang Tokoh menjawab :" Masa' sih, di antara sekian banyak calon pemimpin tidak ada yang memaenuhi syarat ? Tentu ada !"

Sekali lagi, itulah cerdasnya MUI, tidak terpancing dengan desakan pertanyaan di atas yang sebenarnya ingin menjebak MUI agar menjawab GOLPUT itu BOLEH atau TIDAK BOLEH. Pancingan tersebut berbahaya, karena ingin menggiring MUI ke dalam POLITIK PRAKTIS.

Karenanya, tidak heran jika ada yang terpeleset dalam memahami Fatwa MUI tersebut. Ada kelompok GOLPUT yang gusar dan panik karena memahami Fatwa MUI sebagai PENGHARAMAN GOLPUT, sebaliknya yang ANTI GOLPUT justru mencurigai Fatwa MUI sebagai PEMBOLEHAN GOLPUT secara terselubung. Semua itu karena pemahaman sepihak yang parsial, tidak komprehensif, lalu mengambil kesimpulan subjektif. Bahkan mungkin yang bereaksi cepat justru belum membaca sama sekali bunyi redaksi dari Fatwa MUI yang dianggap kontroversial tersebut, ia hanya mengandalkan info media tanpa TABAYYUN.

Bagi FPI, Fatwa MUI tersebut sudah pas dan tepat, karena FPI memahami Fatwa tersebut dengan kesimpulan sederhana, yaitu : HARAM GOLPUT JIKA ADA PILIHAN PEMIMPIN YANG MEMENUHI SYARAT SYAR'I. Sebaliknya, WAJIB GOLPUT JIKA TIDAK ADA PILIHAN PEMIMPIN YANG MEMENUHI SYARAT SYAR'I.

Sedang soal apakah ada calon yang memenuhi syarat syar'i atau tidak, maka hal tersebut kembali kepada Fakta Lapangan. Yang jelas, sikap FPI sesuai Fatwa Ketua Umum FPI, Hb.Muhammad Rizieq Syihab, yang sudah menjadi Keputusan Munas II FPI pada Desember 2008 lalu bahwa HARAM PILIH PARPOL / CALEG / CAPRES / CAWAPRES YANG TIDAK MENDUKUNG PEMBUBARAN AHMADIYAH ATAU YANG BERHALUAN SEPILIS (SEKULARISME, PLURALISME DAN LIBERALISME), TERMASUK SBY - JK JIKA TIDAK BUBARKAN AHMADIYAH ATAU TERUS MENERUS MEMBIARKAN KAUM SEPILIS MENISTAKAN DAN MENODAI ISLAM.

Nah, Fatwa FPI tersebut sejalan dan senafas dengan ruh Fatwa MUI, karena para PENDUKUNG AHMADIYAH atau PEMBELA SEPILIS jelas tidak memenuhi syarat syar'i untuk jadi pemimpin, sehingga HARAM DIPILIH, termasuk semua TOKOH AKKBB (Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan) atau pun yang membela dan melindunginya. Silakan lihat DAFTAR NAMA TOKOH AKKBB dalam PLEDOI HABIB RIZIEQ di bagian kedua , agar kita tidak salah memilih. Namun jangan lupa, sejumlah Tokoh yang tidak tercantum dalam daftar tersebut tapi ikut membela dan melindungi mereka, juga HARAM DIPILIH, termasuk yang membiarkan tidak memproses mereka secara hukum terkait peran mereka sebagai BIANG KEROK INSIDEN MONAS 1 JUNI 2008 sebagaimana pengakuan Kapolri di DPR RI pasca kejadian tersebut.

Jadi, Fatwa MUI sangat dinamis dan spektrumnya luas, maka pahamilah pesan mafhumnya secara seksama. Hanya saja memang, MUI perlu didorong agar lebih berani untuk berfatwa tentang DEMOKRASI, apa bagian dari Islam atau bukan ?! Sebab itulah akar persoalannya. Jika Demokrasi bukan bagian dari ajaran Islam, maka semua produk sistemnya harus ditolak. Jangan kita sibuk berfatwa tentang produknya, sementara sumber produknya kita tutup mata. Semoga MUI berjaya dan selalu istiqomah di jalan Allah SWT. (FPI)

Maksud Hadist:
(Dalam Peristiwa Isra' Dan Mi'raj)
"Rasulullah SAW, diperlihatkan pada suatu kaum yang membenturkan kepala mereka pada batu, Setiap kali benturan itu menyebabkan kepala pecah, kemudian ia kembali kepada keadaan semula dan mereka tidak terus berhenti melakukannya. Lalu Rasulullah bertanya: "Siapakah ini wahai Jibril"? Jibril menjawab: "Mereka ini orang yang berat kepalanya untuk menunaikan Sholat fardhu".
(Riwayat Tabrani).

Maksud Firman Allah Ta’ala:

"..Setelah melihat orang-orang yang bersalah itu, mereka berkata: "Apakah yang menyebabkan kamu masuk ke dalam Neraka Saqor ?". Orang-orang yang bersalah itu menjawab: "kami termasuk dalam kumpulan orang-orang yang tidak mengerjakan Sholat" Al-ayat.

Siksa Bagi Yang Melalaikan Sholat Lima Waktu


Photo tertera adalah seorang pemuda berusia 18 tahun yang meninggal di salah satu rumah sakit di Oman. Mayat pemuda tersebut digali kembali dari kuburnya setelah 3 jam di makamkan yang disaksikan oleh ayahnya. Pemuda tersebut meninggal di rumah sakit dan setelah dimandikan, dimakamkan secara islam di hari itu juga. Tetapi setelah pemakaman ayahnya merasa ragu atas diagnosa dokter dan menginginkan untuk di identifikasi kebenaran penyebab kematiannya.


Seluruh kerabat dan teman-temannya begitu terkejut saat mereka melihat kondisi mayat. Mayat tsb begitu berbeda dalam 3 jam. He turned grey as the very old man, wajah dan rambutnya tampak keabu-abuan seperti orang yang sudah tua.


Dengan tampak jelas bekas siksaan dan pukulan yang amat keras,dan dengan tulang-tulang kaki dan tangan yang hancur. Seluruh badan dan mukanya memar. Matanya yang terbuka seakan memperlihatkan ketakutan, kesakitan dan keputus-asaan. Darah yang begitu jelas menandakan bahwa pemuda tersebut sedang mendapatkan siksaan yang amat berat. konon menurut ayahnya, anak tersebut tidak pernah mengerjakan sholat fardu.


Maksud Firman Allah Ta’ala: "Alangkah dahsyatnya sekiranya kamu melihat diwaktu orang-orang yang dhalim berada dalam tekanan sakratul maut, sedang para malaikat memukul dengan tangannya, : "Keluarkanlah nyawamu" Di hari ini kamu dibalas dengan siksa yang sangat menghinakan, karena kamu selalu mengatakan terhadap Allah yang tidak benar dan kamu selalu menyombongkan diri terhadap ayat-ayatNya. (Al-Anam : 93).


Sebagai penutup dari orang yang meninggal tersebut semuanya ditujukan kepada Ilmu pengetahuan tentang Islam yang mana tidak dapat dipungkiri lagi keterangannya bahwa siksa kubur itu benar adanya seperti yang diperingatkan oleh ALLAH SWT dan Nabi Muhammad S.A.W.

Mari kita saksikan tayangan sebagai berikut:



Palestina Bantu Kermerdekaan Indonesia

Kalau ada ribut-ribut di negara- negara Arab, misalnya di Mesir, Palestina, atau Suriah, kita sering bertanya apa signifikansi dukungan terhadap negara tersebut. Hari ini ketika Palestina diserang, mengapa kita (bangsa Indonesia) ikut sibuk?

Sebagai orang Indonesia, sejarah menjelaskan bahwa kita berhutang dukungan untuk Palestina dan negara arab lain.

Dari berbagai sumber yang diperoleh, Sukarno-Hatta boleh saja memproklamasikan kemerdekaan RI de facto pada 17 Agustus 1945, tetapi perlu diingat bahwa untuk berdiri (de jure) sebagai negara yang berdaulat, Indonesia membutuhkan pengakuan dari bangsa-bangsa lain. Pada poin ini kita tertolong dengan adanya pengakuan dari tokoh tokoh Timur Tengah, sehingga Negara Indonesia bisa berdaulat.

Gong dukungan untuk kemerdekaan Indonesia ini dimulai dari Palestina dan Mesir, seperti dikutip dari buku “Diplomasi Revolusi Indonesia di Luar Negeri” yang ditulis oleh Ketua Panitia Pusat Perkumpulan Kemerdekaan Indonesia , M. Zein Hassan Lc.

Kenapa Kita Memikirkan Palestina?

M. Zein Hassan Lc. Lt. sebagai pelaku sejarah, menyatakan dalam bukunya pada hal. 40, menjelaskan tentang peranserta, opini dan dukungan nyata Palestina terhadap kemerdekaan Indonesia, di saat negara-negara lain belum berani untuk memutuskan sikap.

Dukungan Palestina ini diwakili oleh Syekh Muhammad Amin Al-Husaini -mufti besar Palestina- secara terbuka mengenai kemerdekaan Indonesia: pada 6 September 1944, Radio Berlin berbahasa Arab menyiarkan ‘ucapan selamat’ mufti Besar Palestina Amin Al-Husaini (beliau melarikan diri ke Jerman pada permulaan perang dunia ke dua) kepada Alam Islami, bertepatan ‘pengakuan Jepang’ atas kemerdekaan Indonesia.

Berita yang disiarkan radio tersebut dua hari berturut-turut, kami sebar-luaskan, bahkan harian “Al-Ahram” yang terkenal telitinya juga menyiarkan. Syekh Muhammad Amin Al-Husaini dalam kapasitasnya sebagai mufti Palestina juga berkenan menyambut kedatangan delegasi “Panitia Pusat Kemerdekaan Indonesia” dan memberi dukungan penuh. Peristiwa bersejarah tersebut tidak banyak diketahui generasi sekarang, mungkin juga para pejabat dinegeri ini.

Bahkan dukungan ini telah dimulai setahun sebelum Sukarno-Hatta benar-benar memproklamirkan kemerdekaan RI. Seorang Palestina yang sangat bersimpati terhadap perjuangan Indonesia, Muhammad Ali Taher. Beliau adalah seorang saudagar kaya Palestina yang spontan menyerahkan seluruh uangnya di Bank Arabia tanpa meminta tanda bukti dan berkata: “Terimalah semua kekayaan saya ini untuk memenangkan perjuangan Indonesia”. Setelah itu dukungan mengalir, di jalan-jalan terjadi demonstrasi- demonstrasi dukungan kepada Indonesia oleh masyarakat Timur Tengah.

Ketika terjadi serangan Inggris atas Surabaya 10 November 1945 yang menewaskan ribuan penduduk Surabaya, demonstrasi anti Belanda-Inggris merebak di Timur-Tengah khususnya Mesir. Shalat ghaib dilakukan oleh masyarakat di lapangan-lapangan dan masjid-masjid di Timur Tengah untuk para syuhada yang gugur dalam pertempuran yang sangat dahsyat itu.

Yang mencolok dari gerakan massa internasional adalah ketika momentum Pasca Agresi Militer Belanda ke-1, 21 juli 1947, pada 9 Agustus. Saat kapal “Volendam” milik Belanda pengangkut serdadu dan senjata telah sampai di Port Said. Ribuan penduduk dan buruh pelabuhan Mesir berkumpul di pelabuhan itu.

Mereka menggunakan puluhan motor-boat dengan bendera merah putih? tanda solidaritas- berkeliaran di permukaan air guna mengejar dan menghalau blokade terhadap motor-motor- boat perusahaan asing yang ingin menyuplai air & makanan untuk kapal “Volendam” milik Belanda yang berupaya melewati Terusan Suez, hingga kembali ke pelabuhan.

Sekarang bagaimana rasannya saat melihat bendera kita di kibarkan oleh bangsa lain dengan kesadaran penuh menunjukan rasa solidaritasnya, karena mereka peduli Wartawan ‘Al-Balagh’ pada 10/8/47 melaporkan: “Motor-motor boat yang penuh buruh Mesir itu mengejar motor-boat besar itu dan sebagian mereka dapat naik ke atas deknya. mereka menyerang kamar stirman, menarik keluar petugas-petugasnya, dan membelokkan motor-boat besar itu kejuruan lain.”

Tentu saja, motivasi yang kita bangun tidak hanya dari aspek historis, namun ini kita dapat ambil sebagai sebuah pelajaran untuk mengingatkan kembali betapa palestina pernah melakukan hal yang sama terhadap Indonesia. (sumber: www.suara-islam.com).

Dibalik Rahasia Sunnah Memakai Siwak






Siwak/ pembersih gigi, adalah sebatang kayu berasla dari pohon “Arok” (pohon-pohonan yang banyak tumbuh di wilaya Timur tengah), sering kali dijumpai oleh para jama’ah Haji/ Umrah di Kota Makkah Maupun Madinah Al-Munawwarah. Sayang sekali para Jama’ah Haji/ Umrah tidak membeli dan menjadikan sebagai oleh-oleh Haji/ Umrah untuk keluarga, rekan-rekan dan para tetangganya agar mereka dapat menjalankan Sunnah dengan memakai Siwak mengingat keutamaan Siwak sangat besar. Nabi Muammad SAW, selalu memakai siwak ketika hendak bwerwudhu’, Sholat, membaca Al-Quran dan hal-hal kebaikan yang lain termasuk hendak tidur dan bangun dari tidur. Bahkan detik detik wafatnya Nabi Muhammad SAW, Beliau mencari dan menggunakan Siwak.


Nabi Muhammad SAW, sangat menganjurkan bagi UmmatNya untuk selalu memakai Siwak paling tidak minimal setiap hendak berwudhu’ dan Sholat. Mari kita simak beberapa Hadist, Sebagai berikut: Maksud Hadist, “Andai saja tidak memberatkan UmmatKu, maka Akan aku perintahkan (wajibkan) memakai Siwak setiap hendak wudhu”. Dalam riwayat yang lain, ….setiap hendak Sholat. (Bukhari).


Dalam Hadist Yang lain, Maksud Hadist: “Sholat dua raka’at menggunakan siwak lebih baik dari 70 raka’at tanpa Siwak”.


Riwayat yang lain, “Keutamaan Sholat dengan memakai Siwak, akan mendapat 70 kali lipat (pahala Sholat) tanpa Siwak”.


Bersiwak hendaknya dengan menggunakan batang yang lembut dari pohon arok, zaitun, urjun atau yang sejenisnya yang tidak menyakiti atau melukai mulut.


Bersiwak adalah termasuk dari bagian sunnah para Rasul, sebagaimana Hadits yang diriwayatkan oleh Abu Ayyub ra: Maksud Hadist: “Ada empat hal yang termasuk dari sunnah para Rasul: Memakai minyak wangi, menikah, bersiwak dan malu” (Ahmad dan Tirmidzi).


Hukum Memakai Siwak

Memakai Siwak hukumnya sunnah muakkad yang sangat dianjurkan oleh baginda Nabi Muhammad SAW, karena Beliau SAW tidak pernah meninggalkan memakai Siwak, khususnya ketika hendak berwudu’, Sholat, membaca Alqur’an dan bangun dari tidur. Dalam Hadist yang diriwayatkan, ada seorang yang bertanya kepada Aisyah ra, tentang sesuatu yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW ketika Beliau SAW telah memasuki Rumahnya? Aisyah menjawab “Beliau SAW memulainya dengan bersiwak” ( Bukhari dan Muslim).


Riwayat yang Lain, Maksud Hadist: “Adapun Rosulullah SAW, jika bangun di malam hari Beliau SAW mencuci dan menggosok lisan-Nya dengan siwak. (Bukhari).


Ingat..! satu kali anda bertasbih kepada Allah dengan diawali beriwak, maka dihitung 70X bertasbih. Sholat dengan diawali dengan bersiwak, akan terhitung 70X sholat. Dua rakaat Sholat tahajjud diawali dengan bersiwak, maka dihitung 140 rakaat tahajjud. Subhanallah..


Khusus bagi yang sedang berpuasa, disunnahkan memakai Siwak dari fajar hingga waktu zawal/ dhuhur adapun setelah zawal hingga terbenamnya matahari maka hukumnya makruh (pendapat Imam Syafi’i).


Faedah-faedah Memakai Siwak:

1.Menambah kefashihan membaca. 2.Menambah kecerdasan akal. 3.Menguatkan Hafalan. 4.Menerangkan mata. 5.Mempermudah proses sakaratul maut. 6.Menjahukan musuh. 7.Melipat gandakan pahala. 8.Memperlambat ketuaan. 9.Mengharumkan bau mulut. 10.Menghilangkan lendir dan kekuningan gigi. 11.Menguatkan gusi. 12.melonggarkan tenggorokan. 13.Menyebabkan ridha’ Allah Ta’ala. 14.Memutihkan gigi. 15.Mewariskan kekayaan dan kemudahan. 16.Menghilangkan penyakit pening dan ketegangan urat kepala. 17.Mensehatkan pencernakan makan dan munguatkannya. 18.Membersihkan hati. dan paling utama Yaitu, mengingatkan bacaan Syahadat disaat sakaratul maut.


Cara bersiwak

Cara bersiwak tidak ada ikhtilaf diantara ulama’. dalam sebuah Hadist bahwa Rasulullah SAW bersiwak dengan kayu arok, dan memulainya dari pertengahan, lalu kearah kanan lalu kekiri, demikian diulangi. sebanyak 3 X.Sebelum dan sesudah bersiwak, kayu Siwak (kayu arok atau sejenisnya) hendaklah dicuci. Siwak hendaklah disimpan posisi berdiri, jangan disimpan diatas tanah. Jika Siwak itu kering, sebaiknya direndam dengan air terlebih dahulu. Siwak berbeda dengan sikat gigi, siwak adalah kayu yang biasa dipakai untuk menggosok gigi hingga akhir masa.


Panjang Siwak yang paling ideal (disunnahkan) adalah sejengkal dan yang paling pendek berukuran tidak kurang dari 4 jari selain ibu jari (12 Cm menurut pendapat lain) Besar kayu Siwak yang ideal adalah tidak lebih besar dari ibu jari dan tidak lebih kecil dari jari kelingking, tidak terlalu keras dan tidak terlalu lembut.


Siwak Menurut Medis

Dari penelitian menunjukkan bahwa kayu siwak (Salvadora persica) mengandung bahan-bahan kimiawi yang bermanfaat untuk menekan aktivitas mikrobial dan menghambat pertumbuhannya. Penelitian daya hambat kayu siwak (Salvadora persica) terhadap pertumbuhan bakteri Streptococcus mutans yang patogen terhadap mulut, dapat menunjukkan kemampuan kayu siwak sebagai salah satu alternatif zat antibakterial yang memang seharusnya dikembangkan sebagai komoditas oral cleaner device (alat pembersih mulut) yang higinis dan efektif dalam mencegah periodontal disease. Penelitian terhadap Staphylococcus aureus yang merupakan patogen pada saluran pernapasan, kulit dan luka dapat pula menunjukkan bahwa kayu siwak bukan hanya efektif sebagai komponen antibakterial mulut, namun juga efektif sebagai antibakterial yang memiliki spektrum lebih luas. (Penelitian ini dikembangkan oleh Mahasiswa Biologi FMIPA ITS).


Mari kita simak, Jika Anda pergi ke Masjid untuk Sholat berjama’ah di zaman ini, mungkin Anda melihat sedikit sekali di antara jama’ah yang bersiwak sebelum Sholat. Maka ketika Anda bersiwak sebelum Sholat di zaman ini, berarti Anda telah menghidupkan kembali sunnah Rasulullah SAW. adapun pahalanya itu seperti pahala syuhada (100 orang mati Syahid). Setidaknya Anda akan mendapat pahala seperti orang-orang yang mengikuti Anda dalam bersiwak, tanpa mengurangi pahala orang tersebut.


By. Salim Syarief MD.

Pembantaian Israel Terhadap Warga Palestina

Betapa biadab aksi Serangan Israel Terhadap Warga Palestina, meskipun hampir seluruh pemimpin negara mengecam tindakan sadis Israel mereka tetap tuli dan bisu. Mana Negera Arab..? Mana Ummat Islam..? Mana HAM..? hari ini sudah mencapai 1200 yang tewas dari jumlah tersebut 45% warga sipil Palestina tak berdosa ikut tewas dibantai oleh Zionis. Wahai Ummat Islam, Wajib para Imam Masjid disetiap Sholat Jama'ah Membaca Do'a Qunut Nazilah untuk saudara kita yang sedang dibantai oleh Israel (zionis).